Sunday, February 14, 2016

Amin Supriyadi Berbagi Tips Beli Properti

“Rumah ku Istana ku”.  Ungkapan tersebut nampaknya memang sangat pas untuk menggambarkan tempat tinggal yang kita huni. Sebab, sejauh apapun Anda pergi akan tetap merindukan untuk pulang ke rumah, semewah apapun tempat yang Anda datangi, tetap rumah adalah tempat ternyaman.

Rumah merupakan tempat kita akan kembali setelah lelah seharian beraktifitas, tempat dimana kita dapat lebih leluasa, dapat berkumpul bersama keluarga tercinta. Dan tentunya kita semua menginginkan rumah yang memberikan rasa aman, nyaman, dan betah berlama- lama menghabiskan waktu disana.

Selain fungsi yang telah disebutkan tadi, Direktur Utama (Dirut) Galuh Citarum, Amin Supriyadi mengungkapkan, rumah juga memilki pernanan yang tidak kalah penting yakni sebagai aset berharga yang kita milki. “Rumah memilki banyak fungsi, selain fungsi- fungsi utama sebagai tempat bernaung, menghabiskan waktu dengan keluarga, memberi rasa nyaman, dan lain sebagainya, rumah juga merupakan aset atau benda berharga bagi kita karena semua tentu mendambakan hunian ideal bukan untuk waktu sementara saja kan?,” ungkap Amin Supriyadi.

Memilki rumah hunian ideal memang jadi impian semua orang, hanya saja tidak semua orang cukup peka untuk memperhatikan aspek- aspek penting yang harus dipenuhi pada saat memilih rumah hunian, mungkin karena sudah terlanjur tergiur dengan harga miring atau diskon yang ditawarkan oleh si pengembang. Kepada BisnisPost.com, Amin Supriyadi membagi tips tetang hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli berbagai jenis properti rumah termasuk apartemen, seperti apartemen Uttara di Jogja.

1. Lokasi
Lokasi merukapan aspek terpenting untuk dipertimbangkan sebelum menentukan properti yang akan Anda beli. Amin mengatakan, pemilihan lokasi sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Apakah properti tersebut diperuntukan untuk rumah tinggal atau tujuan bisnis seperti ruko? Jika untuk tempat tinggal, maka hal yag harus dipertimbangkan adalah:
- Apakah fasilitas yang disediakan cukup memadai, dari sisi sarana prasarana berikut segi keamanan lingkungannya, area belanja berikut taman bermain untuk anak – anak;
-Apakah merupakan daerah yang sedang berkembang atau sudah berkembang;
Apabila property yang anda beli diperuntukan untuk Tujuan bisnis, maa hal yang perlu dipertimbangkan adalah :
- Apakah lokasinya sesuai dengan pangsa pasar bisnis yang akan anda jalankan  ?
- Apakah daerah tersebut sedang berkembang atau sudah berkembang ?
Apakah jumlah penghuni di daerah tersebut cukup potensial untuk jenis bisnis yang kita jalankan ?

2. Status Tanah
Status tanah merupakan dokumen sah secara hukum yang menjelaskan atas status kepemilikan. Periksa secara teliti mengenai status surat tanahnya, harus dipastikan apakah nama yang tercantum di surat tanah sesuai dengan nama pihak yang akan menjual tanah tersebut atau tidak? Jangan lupa juga untuk mengecek berapa meter luas tanah tersebut.

3. Klasifikasi Tanah
Penggolongan tanah dibagi kedalam 4 kategori, antaralain: komersial, perumahan, industri dan pertanian.
Dengan mengetahui jenis tanah, tentunya akan sangat membantu  kita untuk mencari properti yang kita inginkan sesuai dengan kebutuhan.

4. Pendapatan Pasif
Pendapatan pasif yang dimaksudkan disini adalah, apakah ada penyewa atau calon penyewa? Berapa harga yang sudah ditawarkan penyewa untuk properti tersebut?
Pilihan terbaiknya adalah pilihan investasi properti bisa menjadi “self-liquidating aset” yang menghasilkan pendapatan pasif sekaligus mampu membangun aset untuk anda. cobalah Pertimbangkan skenario sebagai berikut : Beli properti di tempat yang cukup strategis , yaitu lokasi yang cukup diminati para penyewa. anda tidak perlu membayar secara tunai dari keseluruhan harga property tersebut, anda cukup membayar uang muka dan biarkanlah penyewa membayar cicilannya dari biayan sewa bulanan.  Ini merupakan langkah yang cermat.

5. Encumbrances
Encumbrances merujuk kepada batas-batas properti. Mungkin sebagian tanah milik telah dihibahkan misalnya, jalan. Apakah ada klaim dari pihak lain? pengecekan terhadap hal hal tersebut sangatlah penting untuk menghindari tuntutan hukum di kemudian hari, Tuntutan hukum adalah masalah yang melekat pada properti. Pastikan tidak ada pihak lain yang mengklaim hak milik atas tanah tersebut Sertifkat Apakah sedang diagunkan ke bank? Jika yang terjadi seperti demikian, maka hipotek sebaiknya segera  dibatalkan.karena Jika tidak, maka pihak lain seperti bank suatu saat dapat menyita tanah tersebut , jika pemilik tidak mampu melunasi pinjamannya.

6. Pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB)
Properti merupakan barang yang terkena pajak. Dengan melihat surat pemberitahuan PBB, tentu kita akan dapat mengetahui berapa nilai dari properti yang akan kita beli. Pastikan bahwa PBB atas properti yang akan kita beli sudah dilunasi agar tidak menjadi beban di kemudian hari
Hal- hal diatas mungkin terlihat sepele, dan kadang luput dari perhatian, namun jangan anggap remeh karena seringkali masalah besar justru terjadi ketika Anda tidak mengantisipasi masalah- masalah kecil dengan baik.