Monday, February 8, 2016

Aturan Kepemilikan Apartemen Asing Terlalu Banyak Syarat

Indonesia yang memiliki aturan ketat untuk kepemilikan apartemen bagi orang asing membuat daya tarik investasi tidak begitu diminati. Menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 103 Tahun 2015 tentang Pemilikan Rumah Tempat Tinggal atau Hunian oleh Orang Asing yang Berkedudukan di Indonesia, membuat banyak investor asing berpikir dua kali untuk menginvestasikan dananya di Indonesia.

Peraturan yang dibuat pemerintah Indonesia ini memang sudah sejak lama ada, namun seiring perkembangan apartemen yang terus meningkat peraturan ini juga semakin di godok dan diformalkan. Banyaknya syarat yang diminta dari pemerintah Indonesia untuk investor asing dapat berinvestasi di Indonesia ternyata membuat daya tarik masih sangat rendah.

Menurut Juliys Warouw, Managing Director Synthesis Square, untuk menarik minat orang asing berinvestasi harus diperbolehkan dalam kepemilikan apartemen karena status tanahnya merupakan kepemilikan bersama. Apabila mennyetujui pendapat ini maka perlu diadakan revisi undang-undang Pokok Agraria tahun 1960 serta Undang-Undang Dasar 1945. Hal ini tentu sulit untuk dilakukan dan sangat ekstrim bila memang terjadi, namun hal ini merupakan salah satu jalan keluar untuk menarik orang asing berinvestasi properti di Tanah Air.

Julius memberikan gambaran berupa, pertama-tama orang asing diperbolehkan untuk membeli apartemen lalu membelinya dengan harga yang telah ditentukan dan terakhir diharuskan untuk membeli yang primer agar masyarakat Indonesia tetap memiliki tanah dan rumah. BKPM atau Badan Koordinasi Penanaman Modal melansir sebuah data mengenai investasi asing pada industry property, industri perumahan, bahkan industri penyedia gedung perkantoran selama kurun waktu 1 tahun, untuk tahun 2015 lalu yang mencapau angka lebih dari 950 juta dollar Amerika Serikat.

Mengenai hak lebih yang dimiliki oleh orang asing, terdapat peraturan pemerintah yang mulai diberlakukan di akhir Desember 2015, yang memberikan keuntungan pada pihak asing. Pihak asing akan mendapatkan hak lebih dengan adanya kepemilikan tanah maupun rumah di Indonesia. Melihat hal seperti itu, Peraturan Pemerintah yang baru ini dinilai kurang efektif karena memudahkan pihak asing untuk mempunyai lahan di Indonesia sedangkan banyak diantara masyarakat asli Indonesia sendiri belum mempunyai hunian yang layak ataupun tanah milik sendiri.

Peraturan Pemerintah ini juga dinilai sangat memanjakan orang asing, menurut Arie S Hutagalung. Pada PP ini dijelaskan bahwa dengan kunjungan sementara di Indonesia pihak asing dapat membeli ataupun memiliki lahan di Tanah Air. Secara tidak langsung pihak asing bisa mendapatkan keuntungan dengan kepemilikan apartemen di Indonesia. Ada baiknya Peraturan Pemerintah ini di analisa secara lebih mendalam agar tidak merugikan masyarakat maupun pemerintah Indonesia. Masih banyak warga negara yang harus mendapatkan tempat tinggal yang layak dengan harga terjangkau.


Apartemen