Monday, February 8, 2016

Hati-Hati Dengan Pengembang Apartemen Yang Nakal

Di era modern saat ini, Anda harus lebih selektif dalam memilih apartemen. Hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah pengembang apartemen tersebut. Tidak sedikit pengembang melakukan kecurangan dan bersikap nakal yang dapat merugikan Anda sebagai konsumen. Bekali diri Anda dengan berbagai daftar apartemen berkualitas, terekomendasi, dan pengembang professional. Banyaknya pengembang yang membawa kabur uang muka apartemen harus Anda cermati keberadaannya agar hal ini tidak sampai terjadi pula. Oleh sebab itu, Anda perlu mengetahui ciri-ciri pengembang yang nakal, yaitu:

1. Pengembang tidak transparan
Beberapa pengembang apartemen biasanya tidak transparan atau terbuka dengan Anda selaku konsumen mengenai apartemen yang akan ditinggali. Pihak pengembang dengan mudahnya akan memberikan janji-janji yang terkesan muluk untuk terlaksana tanpa adanya penjelasan yang rasional. Dengan mengetahui kebiasaan pengembang nakal ini, Anda dapat lebih berhati-hati dan tidak mudah tergiur dengan janji manis yang ditawarkan pengembang. Berlakulah aktif dalam mendapatkan informasi mengenai apartemen tersebut mulai dari jangka waktu pembangunan, spesifikasi bangunan, pembayaran, dan lain sebagainya.

2. Track Record yang Buruk
Mendapatkan informasi mengenai track record pengembang bukan hal yang sulit. Cukup dengan menanyakannya di forum khusus mengenai pengembang apartemen, Anda akan mendapatkan berbagai tanggapan. Dengan pendapat dari berbagai pihak ini, Anda dapat menilai keprofesionalitasan dari pengembang yang akan bekerja sama. Dapat pula dengan mengecek proyek yang pernah dikerjakan oleh pengembang tersebut.

3. Dari Pihak Pengembang Tidak Memberikan Perjanjian Pengikatan Jual Beli
Anda perlu waspada bila pengembang tidak memberikan PPJB yang seharusnya menjadi milik pribadi setelah memberikan uang muka apartemen. Segeralah tanggap bila pemberian dokumen PPJB memiliki jangka waktu yang lama dari pembayaran uang muka tersebut. Bisa jadi, dalam dokumen PPJB tersebut terdapat pasal yang merugikan dan memberatkan Anda sebagai pembeli.

4. Tidak Memiliki Tim Khusus
Waspadalah bila Anda mengetahui bahwa pengembang tidak memiliki tim khusus dalam proyek apartemennya. Sebagai contoh, seorang pengembang professional akan memiliki tim khusus untuk memberikan pelayanan dan informasi kepada Anda calon pembeli. Tim yang dibentuk pengembang ini akan memberikan berbagai informasi mulai dari proses pembelian, proses pengajuan kredit, hingga sebagai call center bila terdapat keluhan calon pembeli.

5. Tidak Sesuai dengan Perjanjian yang telah dibuat
Terakhir, ciri pengembang nakal adalah tidak melanjutkan dan menyelesaikan pembangunan proyek sesuai isi perjanjian. Lakukan pemantauan secara berkala terhadap apartemen Anda agar ketika terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan perjanjian Anda dapat segera bertanya kepada pihak pengembang.

Dengan beberapa cirri pengembang nakal tersebut, semoga Anda bisa lebih selektif dalam memilih pengembang sehingga terhindar dari penipuan yang merugikan.


Apartemen