Thursday, February 11, 2016

Pemandangan Apartemen Jadi Pertimbangan Pajak

Semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat tentang kebutuhan hunian membuat masyarakat beralih dari  hunian horisontal menjadi hunian vertikal karena harganya yang lebih terjangkau. Hal inilah yang membuat beberapa orang berbondong-bondong membangun apartemen karena dirasa memiliki potensi bisnis yang besar. Selain itu, keuntungan yang didapatkan dari bisnis apartemen sangatlah menjanjikan dengan resiko kerugian yang kecil.

Semakin banyaknya apartemen yang menjulang tinggi di daerah perkotaan membuat Kementerian Agraria dan Tata Ruang tengah menyatakan suatu kebijakan pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara vertikal untuk penghuni rumah susun atau apartemen. Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan menyatakan, bahwa saat ini Ia masih terus mengkaji mengenai kemungkinan dalam menerapkan aturan ini.

Pada PBB vertikal, pihaknya sedang menjajaki hak pakainya. Sedangkan jika pengembang yang menguasai lahan, maka pengembang yang akan dikenai PBB. Namun, jika telah dilepas pada penghuni, tentu aturannya akan berbeda pula. Ia juga menyatakan, berbeda lagi pada PBB lahan horisontal, PBB vertikal ini akan memasukkan aspek ketinggian dan pemandangan ke dalam indikator besarnya pengenaan pajak.

Ia juga menuturkan mengenai aspek pemandangan, jika view lebih tinggi tentu akan lebih mahal, karena untuk menjangkaunya lebih susah dan harus naik lift yang lebih tinggi. Pada contohnya pada unit apartemen di lantai satu akan berbeda tarif pajaknya dibandingkan unit di atas lantai 5. Namun, tidak hanya itu, Kementerian ATR/BPN juga mulai memberlakukan pajak pemandangan ini berdasarkan wilayah. Contohnya pada wilayah Jawa Barat.

Aspek pemandangan akan dikenakan, misalnya pada tempat tinggal di pantai akan berbeda pemandangannya dengan hunian yang jauh dari pantai. Pada beberapa masyarakat kota kini mulai mempertimbangkan kebutuhan pemandangan untuk tempat tinggalnya, karena dirasa pemandangan yang indah kini adalah hal yang sulit didapat. Tidak heran jika beberapa masyarakat kalangan atas rela membeli rumah yang kaya akan pemandangan indah walaupun memiliki harga yang sangat tinggi. Namun, ada pula beberapa kalangan masyarakat yang rela membeli apartemen untuk dapat melihat pemandangan dari ketinggian di kota.

Ferry juga menambahkan aspek pemandangan ini akan dimasukkan ke dalam komponen pertimbangan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Kebijakan ini diberlakukan mulai tahun 2016. Namun, pengenaan pajak ini tidak akan diterapkan di semua daerah. Ferry menuturkan bahwa hanya daerah tertentu yang memiliki pemandangan yang bagus saja yang akan dikenakan tarif pajak tersebut.
Apabila rencananya telah berjalan dan menunjukan bahwa kebijakan tersebut memiliki dampak yang positif bagi penerimaan negara dan tidak memberatkan masyarakat, Ia berharap pajak bumi dan bangunan vertikal ini dapat terus diterapkan. Ia juga berharap kebijakanya ini dapat menjadi komponen penentu NJOP atau nilai jual objek pajak.


Apartemen