Wednesday, February 10, 2016

Pertimbangan Investasi Apartemen Dengan Deposito

Kebanyakan orang masih menempatkan dana mereka pada tabungan dan deposito untuk investasi. Padahal, kedua produk perbankan tersebut tidak dibuat untuk melakukan investasi jangka panjang. Nilai dari kedua produk itu pun mudah tergerus oleh pajak dan inflasi.  Sedangkan untuk investasi jangka panjang, pilihan yang tersedia antara lain forex, reksadana, properti, saham. Tetapi, jenis-jenis investasi tersebut juga memiliki risiko dan membuat orang cenderung lebih berhati-hati dalam menempatkan dananya di sini. Oleh karena itu, Anda harus mempertimbangkan investasi yang aman dan memberi keuntungan. Perhatikanlah beberapa hal berikut ini:

Memilih Insrumen Investasi
Setiap Investasi jangka panjang akan menjanjikan keuntungan yang sama besarnya dengan resiko yang ada. Tetapi, pada saat ini properti masih menjadi pilihan jangka panjang yang bagi banyak orang memiliki resiko yang lebih kecil dibandingkan dengan investasi lainnya.

Berdasarkan riset Colliers International Indoensia untuk kuartal II-2015, potensi keuntungan dari properti khususnya apartemen yang dijual kembali sebelum gedung terbangun mencapai 30 persen hingga 50 persen. Ada pula apartemen yang dijual kembali dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun setelah terbangun yag dapat mencapai angka 50 persen hingga 80 persen. Bagi pemilik apartemen, keuntungan investasi properti tentu tidak hanya berasal dari penjualan tetapi juga jasa sewa.  Beberapa pemanfaatkan keuntungan ini tentu tidak bisa didapatkan dari jenis investasi lainnya.

Antara Deposito dan Properti
Corporate Secretary PT Integrated Marketing Services (IMS) Group, Muljadi Suhardi mencoba memberikan contoh gambaran perbandingan kedua investasi dengan nilai masing-masing Rp 400 juta. Jika melakukan deposito Rp 400 juta dan ditambah bunga setiap tahun 8 persen atau Rp 32 juta, total yang didapat dalam setahun adalah Rp 432 juta. Dalam 15 tahun, makan akan mendapat kisaran Rp.480 juta deposito dan ini tidak dihitung biaya pajak dan admin. Selin itu, suku bunga deposito juga belum tentu akan stabil.

Sedangkan jika diinvestasikan dalam apatemen, setiap tahum telah ada kenaikan 20 persen untuk harga bahan bangunan dna tanah. Berdasarkan nilai sewa maka pemilik apartemen bisa mendapatkan keuntungan lebih banyak. Nilai sewa pun dapat meningkat hingga Rp 5 juta per tahun. Misalkan nilai sewa 40 persen dari nilai beli, maka total pendapatan dari menyewakan apartemen selama 15 tahun mencapai Rp 1,125 miliar. Tentu hal yang lebih menggiurkan bukan?

Thinkstock
Dalam serah terima apartemen rata-rata membutuhkan waktu 24 bulan. Artinya adalah apartemen tidak dapat disewakan pada saat masa pembangunan. Oleh  karena itu, perhitungan potensi pendapatan dari sewa dikurangi sekitar 85 juta. Selain itu pula juga terdapat biaya interior dan dekorasi yang diperkirakan sekitar 50 juta. Selain itu, dalam melakukan investasi apartemen juga memiliki resiko kerugian yang lebih sedikit sehingga tidak ada salahnya untuk mencoba investasi ini.


Gedung Jakarta