Sunday, February 7, 2016

Terjadi Ledakan Properti Termasuk Apartemen

Semakin meningkatnya kebutuhan manusia akan hunian, namun harga tanah semakin naik sehingga ada tahun 2018 diperkirakan terjadi ledakan properti termasuk apartemen. Pada saat itu, kebutuhan komersial dan hunian akan meningkat seiring bertambahnya jumlah pasokan. Harga sewa dan jual pun semakin menarik untuk melakukan investasi sehingga terdorong ke arah pertumbuhan yang lebih positif.

Mulai diberlakukannya integrasi  membuat Bank Indonesia (BI) menurunkan tingkat suku bunganya menjadi yang lebih kompetitif. Selain itu, tingkat inflasi yang ditargetkan mulai mencapai level 3,4 persen atau terendah sepanjang 10 tahun, hal ini akan membuat sektor properti bergairah kembali. Dengan begini, suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) pun akan menjadi rendah dan mengikuti penurunan tingkat inflasi serta BI Rate.

Itulah perkiraan dan prediksi Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian Simanungkalit, setelah proses peletakan batu pertama Wismaya Residence di Bekasi. Oleh karena itu Ia menganjurkan konsumen baik dengan motif investasi maupun pengguna akhir untuk memberli properti pada tahun ini. Karena hal ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli properti. Ia juga beralasan karena pada kuartal pertama 2016 merupakan momentum buyer's market atau banyak orang yang membutuhkan uang.

Fenomena tersebut disebabkan oleh karne uang yang beredar di masyarakat sedikit. Semakin meningginya tingkat inflasi dan suku bunga juga mendorong konsumen dan investor untuk menunda pembelian. Hal ini berakibat pada penjualan properti mengalami penurunan tajam hingga 30 persen. Sehingga tidak heran bila harga properti yang ditawarkan cukup kompetitif, karena terkoreksi sangat jelas.

Panangian menyatakan tahun ini merupakan momentum yang tepat untuk membeli properti, hal ini akan berlangsung sampai bulan Maret tahun ini. Setelah itu, harga akan menanjak naik yang didorong membaiknya kondisi ekonomi.

Panangian juga menuturkan jangan lupa juga bonus demografi dengan kelas menengah sebagai penggeraknya. Mereka yang akan membeli properti karena memang membutuhkannya.

Properti Bidikan
Selain disebabkan oleh menurunnya inflasi dan stabilitas suku bunga, hal lain yang mendorong sektor properti menjadi semakin prospektif adalah pengembangan infrastruktur yang dipercepat, sehingga uang beredar di masyarakat semakin meningkat. Ia memperkirakan properti yang akan menjadi incaran kalangan kelas menengah ini adalah rumah dengan harga Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar dan apartemen dengan harga berkisar Rp 12 juta hingga Rp 20 juta per meter persegi.

Semakin tinggi permintaannya, hal ini memungkinan pertumbuhan hunian kelas menengah ini akan mencapai 10 persen tahun ini. Sedangkan untuk rumah kelas atas dan apartemen dengan harga lebih Rp 20 juta setiap meter persegi sehingga masih harus menunggu perubahan perilaku investor.


Apartemen


Artikel menarik lainnya:
- 3 Ciri Developer Apartemen Terpercaya
- Tips Menyewa Apartemen di Jakarta