Monday, August 29, 2016

Solusi Hunian Para Pendatang

Dua momok kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang hingga Yogyakarata adalah kemacetan dan banjir. Keduanya terjadi karena kepadatan penduduk meningkat dan jumlah pemukiman yang melebihi daya dukung kota. Untuk itu perlu dilakukan perencanaan tata kota agar jumlah pemukiman berada pada ambang ideal, tidak lebih atau tidak kurang. Seperti yang kini sedang terjadi di Yogyakarta, munculnya banyak pemukiman baru yang jelas menambah padat pemukiman di dalamnya. Salah satu solusinya adalah menciptakan rumah vertikal seperti rumah susun atau apartemen yang menjulang ke atas. Sehingga lebih irit lahan dan bisa menampung banyak keluarga di satu lokasi. Seperti yang diusung oleh Apartemen Uttara The Icon Jogja, bangunan mewah ini hadir untuk menjawab permasalahan kota ini.

Sebagai hunian mewah yang ramah lingkungan, apartemen Uttara tentu mengerti betul bagaimana perkiraan kondisi kota di masa yang akan datang. Jika tidak segera dilakukan terobosan rumah vertikal pasti para pendatang akan membeli tanah dan membangun rumah-rumah di lahan yang tidak semestinya. Misalnya pada daerah yang seharusnya jadi resapan air atau di dekat sungai, hingga jangka panjang akan mengakibatkan banjir dan penurunan resapan air tanah.


Pembangunan-pembangunan rumah secara vertikal telah dilakukan oleh banyak negara maju untuk mengurangi penambahan rumah yang tidak sesuai dengan tata kota. Mereka beranggapan bahwa membangun rumah baru di atas tanah justru bisa merusak kualitas tanah dan air tanah secara menyeluruh. Sedangkan membangun rumah vertikal, bisa menyisakan tanah untuk daerah resapan air.

Total luas tanah di Jogja hanya sekitar 3.185,80 km, tentu tidak semua lokasi ini bisa dibangun pemukiman. Pemerintah kota telah merancang beberapa lokasi untuk pemukiman atau perumahan, area public hingga wilayah resapan air dan tanaman kota. Sebesar 65,65% merupakan wilayah dengan dataran tinggi yang berada pada ketinggian 100-499 m dari permukaan laut, tentu jadi pertimabangan tersendiri untuk membangun rumah dan perumahan. Ditambah lagi dengan curah hujan yang bisa mencapai 211,33 mm pada bulan September.

Tidak diragukan lagi pembangunan hunian vertikal seperti Apartemen Uttara The Icon adalah solusi paling tepat agar terhindar dari banjir di Jogja. Jika dilihat dari segi manajemen lingkungan, penggunaan apartemen lebih dianjurkan karena terdapat manajemen limbah dan pembuangan yang baik. Dibandingkan dengan pemukiman padat penduduk akan menciptakan limbah tak beraturan yang tidak dikelola dengan baik. Terutama pada beberapa sungai di Jogja yaitu Code, Gajahwong dan Winongo yang konon sudah banyak tercemar bakteri E-Coli. Hasil survey menunjukkan pencemaran pada sungai ini telah melebihi baku mutu sebagai air bersih.

Jumlah penduduk Jogja mencapai 3,5 juta atau hampir 3 kali jumlah penduduk Semarang, tentu akan terus bertambah setiap tahunnya. Masyarakat pendatang akan memadati kota dan mencari atau menciptakan lapangan pekerjaan di kota ini. Belum lagi ditambah kedatangan mahasiswa baru setiap tahunnya yang mencapai  jutaan jiwa. Sebagai orang yang bijak dan mengerti tentang tata kelola kota yang baik, tentu anda akan lebih memprioritaskan memiliki rumah pada bangunan vertikal dibandingkan membangun rumah baru. Bangunan vertikal seperti apartemen Uttara The Icon menjadi solusi banjir dan macet.

Sekarang persoalan macet, semua kota besar yang padat penduduk tentu akan mengalami hal ini. Macet terjadi karena jumlah penduduk yang terlalu banyak dan mayoritas menggunakan kendaraan sendiri, sedangkan panjang jalan tidak bertambah. Seperti yang terjadi di kota metropolitan Jakarta. Salah satu alternatif jika masyarakat tidak bisa dikondisikan menggunakan angkutan umum adalah dengan memperbanyak jalan.

Jalan yang dibangun tentu membutuhkan lahan yang tidak sedikit, jika banyak digunakan untuk membangun rumah maka lahan akan habis. Namun jika kita lebih banyak memilih rumah vertikal seperti apartemen atau rumah susun, tentu masih akan banyak lahan untuk membangun jalan di masa yang akan datang.

Mari kita cermati baik-baik, penggunaan lahan di kota Jogja apakah sudah digunakan sebagaimana mestinya?, tentu banyak yang menggunakan daerah resapan sebagai tempat pemukiman. Hasilnya Jogja di masa yang akan datang rawan banjir. Menggunakan apartemen mewah Uttara The Icon, bisa mengurangi risiko kerusakan kota Jogja, apalagi dengan komitmen manajemen apartemen yang akan menanam 100 pohon pada setiap satu penjualan unit apartemen.

Yogyakarta